BANDUNG — Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi sasaran utama Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV dan V Tahun 2026 yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional (Pusjar SKTAN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Melalui pelatihan ini, sebanyak 80 aparatur sipil negara (ASN) diharapkan mampu memperkuat kompetensi kepemimpinan pelayanan dan manajerial guna meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Kegiatan Pembukaan PKP berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pusjar SKTAN LAN RI, Drs. Riyadi, M.Si. Dalam sambutannya, Riyadi menegaskan bahwa pejabat pengawas merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi hal penting untuk menjawab tuntutan birokrasi yang semakin dinamis.
Menurut Riyadi, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan kinerja yang nyata setelah kembali ke unit kerja masing-masing. Ia menekankan bahwa kemampuan memahami tugas pelayanan, membangun koordinasi internal, serta menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kompetensi yang harus dimiliki setiap pejabat pengawas.
“Di mana pun aparatur ditempatkan, tugas utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu menghadirkan perubahan positif dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bandung, H. Evi Hendarin, S.Sos., M.A.P., mengatakan bahwa keberhasilan organisasi ditentukan oleh kontribusi seluruh unsur di dalamnya. Menurut dia, tantangan utama seorang pemimpin adalah menyatukan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus melakukan refleksi diri sehingga mampu membawa perubahan yang berdampak positif bagi organisasi masing-masing.
Dalam laporan penyelenggaraan, Koordinator Layanan Latbang Pusjar SKTAN, Toni Syarif, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan membentuk kompetensi kepemimpinan melayani dan manajerial guna menjamin akuntabilitas jabatan pengawas dalam mengendalikan pelaksanaan pelayanan publik sesuai standar operasional prosedur.
Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode blended learning selama 104 hari atau setara 905 jam pelajaran. Proses pembelajaran mencakup tahapan self learning, e-learning sinkronus dan asinkronus, serta pembelajaran klasikal.
Adapun kurikulum pelatihan terdiri atas empat agenda utama, yakni Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, serta Aktualisasi Kepemimpinan.
Peserta pelatihan berjumlah 80 orang berasal dari Pemerintah Kota Bandung yang terbagi ke dalam dua angkatan. Angkatan IV yang diikuti 40 peserta, terdiri atas 17 laki-laki dan 23 perempuan. Sementara Angkatan V diikuti 40 peserta yang terdiri atas 25 laki-laki dan 15 perempuan.
Melalui pelatihan tersebut, para pejabat pengawas diharapkan mampu mengimplementasikan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, memperkuat pengendalian kinerja organisasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.








