SUMEDANG — Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan fondasi aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas. Berdasarkan laporan penyelenggaraan, seluruh peserta dari Angkatan I hingga IV dinyatakan lulus dengan hasil yang impresif. Mengacu pada UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, pelatihan ini berhasil mengintegrasikan metode blended learning untuk mengasah karakter pelayan publik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjalankan fungsinya sebagai abdi masyarakat.
Kepala Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional, Drs. Riyadi, M.Si., menekankan bahwa di era digitalisasi yang kian kencang, ASN harus mampu menjaga identitas sebagai pamong praja yang bekerja dengan kekuatan moral. Integritas menjadi poin utama yang disoroti, di mana setiap aparatur dituntut profesional, menjauhi praktik korupsi, serta berani memberikan masukan konstruktif kepada pimpinan secara santun. Keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama diharapkan menjadi fondasi bagi para ASN baru dalam menghadapi dinamika birokrasi yang kompleks.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BKPSDM Kota Cimahi, Siti Fatonah, S.Sos., M.Si., mengingatkan bahwa bekal pelatihan selama 74 hari ini harus segera diimplementasikan untuk mendukung percepatan pembangunan, khususnya di Kota Cimahi. Para lulusan Latsar diharapkan mampu menanggalkan ego sektoral dan mengedepankan kerendahan hati dalam melayani. Fokus utama ke depan adalah kontribusi nyata ASN dalam menuntaskan kemiskinan dan memandirikan masyarakat melalui pelayanan prima yang cepat, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.






