SUMEDANG — Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2026 menekankan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) keluar dari zona nyaman rutinitas demi meningkatkan kualitas layanan. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Dr.Dra.Ika Mardiah, M.Si, menegaskan bahwa esensi berpikir kreatif adalah kemampuan melihat masalah dari sudut pandang baru guna menghasilkan solusi yang efektif dan efisien. Di tengah kompleksitas tantangan publik, kreativitas bukan lagi sekadar ranah seni, melainkan kebutuhan mendasar untuk mempercepat layanan tanpa menabrak koridor regulasi yang berlaku.
Untuk menciptakan budaya kerja yang inovatif, setiap pemimpin pengawas harus mendorong keterbukaan ide dan kolaborasi antarpegawai. Proses kreatif ini perlu dibangun secara sistematis, mulai dari pendalaman masalah, masa inkubasi, hingga verifikasi ide. Para ASN diajak untuk mempraktikkan teknik bertanya guna penyederhanaan layanan serta menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai langkah praktis dalam menciptakan terobosan di unit kerja masing-masing.
Sebagai jembatan strategis antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan di lapangan, pemimpin pengawas memegang peran sentral dalam memotivasi tim dan membangun lingkungan kerja yang aman untuk berdiskusi. Di Jawa Barat, implementasi nyata dari pemikiran kreatif ini telah diwujudkan melalui transformasi layanan digital seperti platform SAPAWARGA, sistem LPSE, dan portal Open Data Jabar. Dengan dukungan infrastruktur e-government yang tersertifikasi standar ISO dan jaringan terpusat, integrasi layanan melalui single sign-on diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih dinamis, transparan, dan akuntabel.






