Berita
Hadapi Disrupsi Global, Pemimpin Strategis PKN Tingkat I LXV Fokus pada Resiliensi dan Kepemimpinan Transformasional
Kamis, 16 April 2026 | 02:22:34 WIB - Jumlah Dilihat: 4
 
 

SUMEDANG — Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXV Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pusjar SKTAN menjadi titik awal pencetakan pemimpin strategis yang tangguh di tengah ketidakpastian dunia. Mengusung tema "Kepemimpinan Transformasional dalam Membangun Resiliensi Nasional Menghadapi Disrupsi Global", pelatihan ini bertujuan melahirkan figur pemimpin yang mampu menerjemahkan arah politik menjadi kebijakan publik yang berdampak luas dan nyata bagi masyarakat.
Dalam laporan penyelenggaraannya, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, DR. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A., menjelaskan bahwa pelatihan selama 113 hari ini diikuti oleh 35 peserta terpilih dari berbagai instansi, mulai dari kementerian, lembaga tinggi negara, POLRI, hingga perwakilan pemerintah provinsi. Dengan metode blended learning dan dukungan coaching profesional dari Vanaya Institute, para peserta akan diasah melalui empat agenda utama, yakni penguatan etika kepemimpinan, transformasi digital, aliansi strategis, hingga penyusunan proyek perubahan yang solutif.

Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation, Edy Henry, turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, transformasi tidak bisa berjalan secara sendirian, diperlukan kolaborasi strategis yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan agar perubahan yang dihasilkan benar-benar relevan.

Sementara itu, Kepala LAN RI, DR. Muhammad Taufiq, D.E.A., memberikan catatan kritis mengenai situasi global yang sedang tidak menentu. Konflik internasional dan ancaman kejahatan digital menjadi ujian nyata bagi ketahanan sebuah negara. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan pemimpinnya untuk beradaptasi dan bertahan di tengah disrupsi. Melalui PKN I ini, para calon pemimpin nasional diharapkan mampu membangun resiliensi bangsa agar tetap kokoh menghadapi gelombang ketidakpastian global di masa depan.