Berita
Kajian Ramadhan, dengan Tema: Esensi Ibadah Shaum (Puasa), Selasa, 24 Februari 2026.
Rabu, 25 Februari 2026 | 08:41:23 WIB - Jumlah Dilihat: 16
 
 

Kajian Ramadhan Pusjar SKTAN: Menemukan Esensi Ibadah Puasa sebagai Puncak Spiritualitas
                     SUMEDANG — Di tengah kesibukan birokrasi, Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional (Pusjar SKTAN) mengadakan siraman rohani melalui kegiatan Kajian Ramadhan. Acara yang berlangsung di Masjid Ulul Albab, Pusjar SKTAN ini mengangkat tema mendalam mengenai "Esensi Ibadah Shaum (Puasa)" sebagai sarana peningkatan kualitas diri aparatur sipil negara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (24/2) siang ini menghadirkan Dr. H. Ahmad Humaedi, M.Si., dosen IAI Persis, sebagai narasumber utama. Kajian ini sengaja diadakan bertepatan setelah pelaksanaan ibadah sholat Dzuhur untuk memberikan pemahaman spiritual bagi para pegawai di lingkungan Pusjar SKTAN.
                     Dalam paparannya, Ahmad Humaedi menekankan bahwa ibadah puasa seringkali dijalankan tanpa pemaknaan yang mendalam. Padahal, puasa seharusnya menjadi proses transformasi bagi setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau menyebutkan bahwa esensi sejati dari puasa adalah penghambaan total dan merupakan puncak spiritualitas seorang Muslim.
"Setiap satu kebaikan itu dijanjikan pahala 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Hal ini dikarenakan adanya perjanjian khusus antara hamba dengan Allah SWT, di mana Allah sendiri yang akan memberikan penghargaan luar biasa tersebut," ujar Ahmad Humaedi di hadapan jamaah Masjid Ulul Albab. Beliau juga mengingatkan agar umat Muslim bersungguh-sungguh dalam berpuasa karena tidak ada ibadah lain yang sebanding dengan puasa dalam hal nilai spiritualitasnya.
Selain aspek spiritual, kajian ini juga menyoroti dimensi sosial dan karakter. Esensi puasa dinilai sangat efektif dalam melatih kedisiplinan diri. Melalui momentum Ramadhan, para ASN diharapkan dapat meningkatkan disiplin kerja dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
                       Ahmad Humaedi juga memberikan pesan moral yang kuat agar ibadah puasa menjauhkan seseorang dari sifat sombong. "Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain dan jangan pernah sombong dengan kekayaan yang dimiliki," tegasnya. Harapannya, melalui puasa yang berkualitas, akan lahir karakter ASN yang lebih rendah hati, disiplin, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.