Sumedang — Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang IV Tahun 2026 menjadi langkah strategis menyiapkan aparatur sipil negara yang adaptif, profesional, dan berorientasi pelayanan publik guna menopang agenda besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SKTAN LAN), Drs. Riyadi, M.Si., saat membuka kegiatan pada Senin (26/1), menegaskan bahwa Latsar merupakan fondasi pembentukan karakter ASN sebagai pelayan publik yang responsif terhadap perubahan. ASN dituntut memiliki kompetensi, etos kerja tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika birokrasi modern berbasis teknologi. Menurut Riyadi, profesionalisme ASN akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga produktivitas masyarakat. Dengan birokrasi yang kuat dan berintegritas, pembangunan SDM dapat berjalan lebih terarah dan menghasilkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global. Ia juga mengingatkan tantangan reformasi birokrasi yang masih dihadapi, seperti ketimpangan kualitas layanan di wilayah terpencil, budaya kerja lama yang belum responsif, meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, serta kebutuhan percepatan adaptasi digital ASN. Tanpa transformasi yang menyentuh aspek manusianya, birokrasi berisiko tertinggal dan kehilangan kepercayaan masyarakat.
“ASN tidak lagi hanya menjalankan aturan, tetapi harus hadir sebagai pemecah masalah, penggerak kolaborasi lintas sektor, dan pelayan publik yang mampu membangun kepercayaan,” ujar Riyadi. Ia menekankan bahwa CPNS berada pada posisi strategis sebagai generasi baru birokrasi yang akan menentukan arah pembangunan nasional hingga dua dekade ke depan. Senada dengan itu, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro, S.STP., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan Latsar yang dilaksanakan di LAN sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda pemilu mendatang. Ia mendorong peserta untuk menyerap seluruh materi secara optimal dari widyaiswara, narasumber, dan fasilitator agar pembelajaran berjalan efektif dan berdampak nyata pada kinerja. Eko juga mengajak peserta memanfaatkan Latsar sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pembentukan jejaring profesional yang positif, sehingga mampu menjadi ASN yang adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjadi teladan di lingkungan kerja. Sementara itu, Koordinator Layanan Latbang Pusjar SKTAN, Toni Syarif, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan Latsar CPNS ini adalah menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK dalam mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”. Latsar CPNS Gelombang IV Tahun 2026 diikuti 108 peserta dari Komisi Pemilihan Umum se-Jawa Barat, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan Kementerian Agama. Kegiatan ini diharapkan melahirkan ASN berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan pemilihan umum ke depan.






