Lembaga Administrasi Negara melalui Pusat Pembelajaran Dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional secara resmi membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Imipas) pada Selasa (13/1). Kegiatan ini menjadi tahap awal pembentukan karakter dan kompetensi aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Pembukaan Latsar CPNS disampaikan oleh Direktur Pembelajaran Manajerial dan Kepemimpinan sekaligus Pelaksana Harian Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Giri Saptoaji, S.S., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Latsar CPNS merupakan momentum penting bagi para peserta untuk memasuki fase awal sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Menurutnya, Latsar CPNS menjadi bagian strategis dalam mendukung transformasi birokrasi nasional guna mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yakni cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada usia 100 tahun kemerdekaan. Reformasi birokrasi dinilai sebagai kunci utama, tidak hanya dalam pembenahan administrasi, tetapi juga dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, transparan, serta bebas dari praktik korupsi.
“Daya saing global akan meningkat apabila birokrasi berjalan secara efisien dan akuntabel. Kepastian hukum dan regulasi yang jelas akan mendorong iklim investasi serta mempercepat pembangunan nasional,” ujar Dr. Giri.
Ia juga menekankan bahwa sumber daya manusia unggul merupakan faktor penentu keberhasilan Indonesia Emas 2045. ASN dituntut menjadi pelayan publik yang kompeten di bidangnya, memiliki etos kerja profesional, serta mampu menopang produktivitas masyarakat. Dengan birokrasi yang kuat, pembangunan akan berjalan terarah dan menghasilkan generasi emas bangsa.
Namun demikian, ia mengakui bahwa mewujudkan birokrasi ideal bukan tanpa tantangan. Permasalahan pemerataan pelayanan publik, budaya kerja lama yang belum responsif terhadap perubahan, kompleksitas tuntutan masyarakat, hingga isu digitalisasi dan lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi ASN. Tanpa kemampuan beradaptasi, birokrasi berisiko tertinggal dan kehilangan kepercayaan publik.
“Oleh karena itu, peran ASN sangat krusial. Reformasi birokrasi tidak akan berjalan tanpa dukungan ASN yang kapabel, kolaboratif, dan humanis. ASN kini dituntut tidak hanya sebagai pelaksana aturan, tetapi juga sebagai pemberi solusi atas berbagai persoalan,” tambahnya.
Latsar CPNS dirancang untuk membentuk karakter ASN yang unggul dan selaras dengan core values ASN BerAKHLAK.
Sementara itu, Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diwakili oleh Kepala Pusat Pelatihan, Dr. Muhammad Tito Andrianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Latsar CPNS Tahun 2026 diikuti oleh 14 angkatan dari beberapa gelombang. Ia berharap pelatihan ini menjadi bekal awal bagi para CPNS dalam mengemban amanah sebagai abdi masyarakat dan mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Imipas.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kesungguhan, karena apa yang diperoleh akan menjadi bekal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas kontribusi dan dukungannya dalam penyelenggaraan Latsar CPNS ini.
Dalam laporannya, Koordinator Layanan Latbang Pusjar SKTAN, Toni Syarif, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS adalah sebagai pelatihan terintegrasi untuk menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK, sekaligus mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”.
Adapun sasaran Latsar CPNS adalah terwujudnya PNS yang profesional, kompeten, dan berkarakter sebagai pelayan publik. Kompetensi yang dikembangkan meliputi pembentukan karakter PNS profesional sesuai bidang tugas, yang ditunjukkan melalui sikap dan perilaku bela negara, pengamalan nilai-nilai dasar PNS, kemampuan menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, hingga penguasaan kompetensi teknis sesuai jabatan masing-masing.
Dengan pelaksanaan Latsar CPNS ini, diharapkan para calon ASN mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik demi terwujudnya birokrasi yang profesional dan berdaya saing global.






