Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperkuat dampak kehadirannya di seluruh lini pemerintahan melalui kolaborasi lintas sektor, transformasi pembelajaran, serta perubahan cara kerja yang lebih kreatif dan berorientasi hasil pada tahun 2026. Arah strategis tersebut menjadi hasil Rapat Pimpinan LAN dalam evaluasi kinerja tahun 2025 dan penajaman program kerja tahun 2026 yang berlangsung di Jatinangor, 8–10 Januari 2026.
Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menegaskan bahwa LAN harus tetap hadir dan menjangkau seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. LAN dituntut untuk terus relevan dan adaptif dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
LAN juga harus mengubah cara berpikir dan bekerja dari pendekatan administratif menuju pendekatan kreatif yang menuntut kerja tim internal yang solid serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta. Cara kerja yang rutin dan prosedural perlu ditransformasikan menjadi cara kerja yang menghasilkan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Pada tahun 2026, LAN mendorong kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan program dan kegiatan. Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi multistakeholder dengan tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Di bidang analisis kebijakan, LAN memastikan seluruh analisis kebijakan yang dilakukan mendukung program prioritas Presiden. Penjadwalan analisis kebijakan yang diselenggarakan oleh oleh direktorat, pusat pembelajaran dan strategi kebijakan, dan politeknik didorong untuk lebih terencana agar tidak menumpuk di akhir tahun. LAN juga akan memperkuat pembinaan tiga jabatan fungsional binaannya, mengoptimalkan peran Analis Kebijakan, serta melibatkan Analis Pengembangan Kompetensi dan Widyaiswara dalam penerapan Corporate University di instansi pemerintah.
Penguatan Corporate University menjadi fokus berikutnya. Di tahun 2026 LAN akan memaksimalkan kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong pembentukan Corporate University di daerah, mengembangkan aplikasi identifikasi Human Capital Development Plan (HCDP) instansi, serta memperkaya konten pembelajaran. Pemanfaatan media sosial seperti TikTok dan Instagram juga diarahkan untuk menjangkau lebih banyak pemangku kepentingan. Selain itu, pengembangan Reformer Academy perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan Bappenas guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam penyelenggaraan pelatihan, LAN akan menuntaskan reviu kurikulum dan mata pelatihan pada Semester I Tahun 2026. Transformasi pembelajaran diarahkan pada perubahan mindset widyaiswara menjadi transformational coaching, penguatan narasi dampak pelatihan kepemimpinan, integrasi program komponen cadangan dengan Latsar, serta pengembangan pelatihan teknis singkat berdurasi setengah hari.
LAN juga akan melakukan perubahan paradigma penjaminan mutu dengan menempatkan dampak sebagai fokus utama pengembangan kapasitas dan pembelajaran. Evaluasi pascapelatihan perlu disusun secara terstruktur setiap tahun dengan melibatkan seluruh pusat kajian dan lembaga pelatihan, disertai perbaikan mekanisme penjaminan mutu secara menyeluruh.
LAN harus memperkuat peran pusat kajian dan strategi kebijakan sebagai representasi kelembagaan dengan spesialisasi dan wilayah layanan yang jelas. Sementara itu, pembelajaran di lingkungan Politeknik STIA LAN diarahkan untuk beralih dari paper based menuju project based learning, disertai klasterisasi keahlian dan pembinaan dosen. Rencana perubahan status politeknik menjadi Badan Layanan Umum perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek aset, penerimaan PNBP, dan aspek strategis lainnya.
Sebagai penopang kinerja organisasi, LAN harus memperkuat dukungan sekretariat melalui perbaikan tata laksana, kelembagaan, sumber daya, dan teknologi. Dukungan tersebut menjadi fondasi bagi seluruh unit lini agar mampu memaksimalkan kinerja serta membangun citra LAN sebagai lembaga yang berdampak dan adaptif.
Arahan strategis tersebut disampaikan oleh Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, dalam forum pimpinan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 BLPK Pusjar SKTAN, Jatinangor, Sabtu (10/1) sebagai pedoman tindak lanjut seluruh unit kerja LAN dalam menghadapi agenda dan tantangan tahun 2026.






