Sumedang - Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan fase krusial dalam membentuk jati diri, karakter, dan komitmen aparatur sipil negara sebagai pelayan publik dan abdi negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SKTAN LAN), Drs. Riyadi, M.Si., saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Riyadi menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah terpilih mengikuti Latsar CPNS. Ia menegaskan bahwa kehadiran para peserta menandai dimulainya fase penting dalam perjalanan pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Latsar CPNS tidak hanya menjadi tahapan administratif, tetapi merupakan pintu masuk pembentukan karakter, integritas, dan komitmen ASN sebagai pelayan publik dan abdi negara.
Riyadi menjelaskan bahwa Latsar CPNS merupakan gerbang kedua dalam proses pengangkatan CPNS menjadi PNS. Seluruh peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga tuntas, menyelesaikan masa orientasi, dan lulus sebagai PNS. Ia menekankan bahwa ASN harus hadir sebagai solusi atas permasalahan publik, bukan sebaliknya, serta mampu menunjukkan peran dan fungsi birokrasi secara nyata.
Lebih lanjut, Riyadi mengingatkan pentingnya penghayatan dan pengamalan Core Values ASN BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi tercermin dalam sikap, perilaku, dan kinerja ASN sehari-hari.
Menurut Riyadi, birokrasi Indonesia saat ini berada pada titik krusial seiring dengan dorongan reformasi birokrasi secara menyeluruh untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, berorientasi hasil, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan. Reformasi birokrasi juga menjadi pilar penting dalam mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.
Riyadi juga menyoroti peluang besar di era digitalisasi yang harus dimanfaatkan ASN untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja. Ia menegaskan pentingnya menjaga etika birokrasi serta meneladani semangat juang para pendiri bangsa dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. ASN diharapkan mampu berperan sebagai pilar negara sekaligus perekat dan pemersatu bangsa.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh CPNS yang telah melalui proses seleksi panjang dan terpilih sebagai calon aparatur pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa Latsar CPNS merupakan pendidikan dasar yang menjadi fondasi pembentukan integritas, moral, motivasi, dan nasionalisme ASN.
Siti Fatonah menjelaskan bahwa proses pengangkatan CPNS menjadi PNS berlangsung selama satu tahun dan mensyaratkan kelulusan Latsar CPNS. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai peran, tugas, dan tanggung jawab ASN, serta mampu menjunjung tinggi nilai ASN BerAKHLAK, kode etik, perilaku, disiplin, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa tugas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat bangsa tidaklah ringan, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan semangat, disiplin, aktif berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan inovasi dalam penyelesaian permasalahan publik.
“Kami menitipkan CPNS Pemerintah Kota Cimahi kepada Pusjar SKTAN LAN untuk dibina, agar kelak menjadi penerus roda birokrasi yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Dalam laporannya, Koordinator Layanan Latbang Pusjar SKTAN, Toni Syarif, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS adalah menginternalisasikan dan mengimplementasikan Core Values ASN BerAKHLAK dalam mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”.
Ia menjelaskan bahwa sasaran pelatihan ini adalah terwujudnya PNS yang profesional, kompeten, dan berkarakter sebagai pelayan publik. Kompetensi yang dikembangkan dalam Latsar CPNS difokuskan pada pembentukan karakter PNS yang profesional sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Toni Syarif juga melaporkan bahwa jumlah peserta Pelatihan Dasar CPNS Gelombang I Tahun 2026 sebanyak 130 orang, terdiri atas 128 peserta dari Pemerintah Kota Cimahi, 1 peserta dari Kabupaten Ciamis, dan 1 peserta dari Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini terbagi ke dalam empat angkatan, yaitu Angkatan I hingga Angkatan IV, untuk CPNS Golongan II dan Golongan III.
Kegiatan pembukaan Latsar CPNS Gelombang I Tahun 2026 turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kota Tasikmalaya, Dede Kuswandi, S.E., M.M., serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kabupaten Ciamis, Diki Darusman, beserta jajaran terkait.
Melalui Pelatihan Dasar CPNS ini, diharapkan dapat terwujud aparatur sipil negara yang profesional, berkarakter, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.






